Gunungsari.desa.id – Permasalahan sampah masih menjadi tantangan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga Surabaya menggelar program edukasi BANKSI (Bank Sampah Inovatif) di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Selasa (28/07/2026).
Program BANKSI bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah pendapatan rumah tangga.
Kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pemberdayaan ini, menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenalkan potensi nilai jual sampah melalui penyampaian materi yang interaktif dan demonstrasi langsung. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara memilah sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, dan logam agar tetap memiliki nilai jual sebelum disalurkan ke bank sampah atau pengepul.
Acara diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa Gunungsari, BPD, Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan teknik pemilahan sampah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis.
Melalui program BANKSI, masyarakat didorong untuk mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dikumpulkan dan dijual sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga.
Kepala Desa Gunungsari, Minto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa BBK Universitas Airlangga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Kami dari pihak desa sangat mengapresiasi adanya program BANKSI. Selama ini warga mungkin belum sepenuhnya sadar kalau barang bekas seperti botol plastik atau kardus itu ada harganya. Melalui sosialisasi ini, saya berharap masyarakat bisa lebih rajin memilah sampah sehingga lingkungan desa kita jadi makin bersih, dan warga pun bisa mendapat tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Minto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunungsari, Yaidi, berharap seluruh peserta yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh.
"Harapan kami, panjenengan yang hadir dalam sosialisasi ini dapat menyampaikan kembali apa yang telah didapatkan kepada masyarakat, minimal kepada keluarga sendiri. Dengan begitu, kebiasaan memilah sampah dapat dimulai dari rumah dan menyebar ke lingkungan sekitar," ungkap Yaidi.
Melalui program BANKSI, Pemerintah Desa Gunungsari berharap akan tumbuh kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak. Langkah sederhana berupa memilah sampah dari rumah diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi penumpukan limbah, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Gunungsari. Kontributor Nafisa najwa