Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Ngawi menggelar sosialisasi program ketransmigrasian pada Kamis, 7 Mei 2026.
Bertempat di Pendopo Kecamatan Kasreman. Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari perwakilan desa di Kecamatan Kasreman dan Kecamatan Padas yang tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam kegiatan tersebut, Sargian Januardy, S.H., M.M. menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada peserta agar dapat menyampaikan kembali informasi program transmigrasi kepada masyarakat luas.
“Kami berharap peserta yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan informasi ini ke masyarakat. Sehingga kami dapat menjaring calon keluarga yang ikut program transmigrasi, semoga dapat membawa perubahan ekonomi ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program transmigrasi bukan hanya sekadar perpindahan penduduk, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kawasan baru. Karena itu, pemerintah membutuhkan calon transmigran yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik, terampil, dan terdidik.
Menurutnya, program transmigrasi tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan di bidang pertanian, namun juga terbuka bagi berbagai profesi dan keahlian lainnya seperti guru, mekanik otomotif, tenaga medis, hingga anggota TNI.
Peserta transmigrasi nantinya akan mendapatkan sejumlah fasilitas berupa rumah tinggal, lahan komunal, akses air bersih, listrik, serta jaminan hidup selama satu tahun. Adapun lokasi penempatan transmigrasi berada di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Sementara itu, persyaratan calon peserta transmigrasi di antaranya berusia 19 hingga 49 tahun, sehat jasmani, merupakan penduduk Kabupaten Ngawi, minimal lulusan SMA atau sederajat, memiliki keterampilan atau keahlian, serta lolos seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sosialisasi tersebut, Sargian Januardy, S.H., M.M. juga menegaskan bahwa kuota transmigrasi tahun 2026 untuk Provinsi Jawa Timur hanya sebanyak delapan orang. Dengan jumlah tersebut, calon peserta dari Kabupaten Ngawi harus bersaing dengan peserta dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.